
- Ruangan yang hendak dipasang plafon harus telah diplester dengan rapi.
- Kemudian siapkan bahan yang digunakan. Ukur ruangan agar diketahui
jumlah bahannya. Secara umum saya akan sebutkan beberapa bahan yang
diperlukan, antara lain: kayu kaso 5 cm x 7 cm, atau 5 cm x 5 cm, papan
kalsiboard atau triplek, paku 2,5 inchi, paku 3 inchi, paku triplek atau
paku khusus kalsiboard, cornice, cat tembok, dan lis plafon.
- Siapkan bahan pendukung, seperti bangku atau meja kerja panjang secukupnya.
- Timbang sudut ruangan menggunakan selang air kecil sebagai waterpas.
Tandai dengan pensil posisi tinggi plafon, hingga nantinya akan
menghasilkan plafon yang sama tingginya.
- Ukur dinding ruangan, usahakan dipaskan ke dinding, potong kaso
dengan ukuran tadi. Gunakan gergaji kayu untuk memotongnya, ujung
potongan harus siku sehingga akan mudah memasangnya dan terlihat rapi.
- Ambil potongan kaso tadi dan pasang pada dinding dengan paku 3 inchi
pada bagian yang telah ditandai. Jika paku menjadi bengkok setelah
dipukul dengan palu, maka ganti paku dan gunakan paku beton ukuran 3
inchi. Hal ini akibat dinding yang sudah terlalu lama dan memiliki
plesteran yang berkualitas sehingga keras dan tahan paku.
- Potong dan pasang lagi sesuai dengan ukuran selanjutnya, pada setiap sisi dinding.
- Pada penjelasan ini saya menggunakan triplek atau kalsiboard dengan
ukuran 122 cm x 244 cm. Sehingga memudahkan pengukuran kaso sebagai
kerangka plafon.
- Ukur sepanjang 81 cm, tandai dengan pensil dan pasang paku ke arah
bawah, pasang benang. hal ini juga dilakukan pada bagian ujung arah yang
berlawanan, dan tarik benang dengan kencang. Benang ini berfungsi
sebagai patokan pemasangan rangka sehingga lurus dan sejajar. Jika
kerangka pada ukuran 81 tadi telah selesai, kemudian mengukur dan
memasang ukuran 61 cm.
- Pasang benang seperti langkah sebelumnya, ukur dan potong sesuai
dengan ruang antar kaso, biasanya setiap potongan akan berbeda-beda
sesuai dengan ketebalan kayu. Pasang dengan paku 2,5 inchi. Ratakan
dengan benang agar lurus hasilnya.
- Pasang sekur ke arah gordeng atau usuk atap, sehingga memperkuat
plafon untuk menahan bebannya sendiri. Pasang sekur dalam jumlah yang
cukup agar kuat.
- Jika memasang kerangka telah selesai, langkah selanjutnya adalah
memasang triplek atau kalsiboard. Pemasangan dimulai dari sudut,
kemudian dilanjutkan ke arah berikutnya. Hal yang harus diperhatikan
adalah nat atau jarak antar triplek sebaiknya jangan terlalu rapat,
sehingga masih ada ruangan untuk mengisi nat tersebut dengan cornice.
Gunakan paku triplek atau paku kalsiboard jika menggunakan kalsiboard
untuk melekatkan triplek atau kalsiboard pada kerangka plafon.
- Jika telah selesai memasang triplek atau kasliboard, selanjutnya
memasang lis plafon menggunakan lis kayu. Ukur dan potong lis sesuai
dengan panjang dinding. Potong bagian ujung dengan sudut 45 derajat.
Pakukan pada kerangka plafon atur jarak sekitar 50 cm tiap paku.
Usahakan pertemuan antara ujung lis rapat dan rapi.
- Selanjunya adalah mengisi nat dengan cornice. Campur cornice dengan air secukupnya hingga menjadi pasta. Buat adonan secukupnya, sebab sifat cornice
cepat sekali mengering. Gunakan sekrap plastik yang berukuran 7 inchi
untuk meratakannya. Lakukan dua atau tiga kali poles sehingga hasilnya
rata dan halus, tidak terlihat sambungan antar triplek atau kalsiboard.
- Pengecatan adalah langkah terakhir jika kerangka dan plafon telah
selesai. Gunakan rol dan kuas untuk mengecat plafon. Jika telah
mengering, ulangi sebanyak dua kali. Pada bagian lis gunakan kuas untuk
mengecatnya. Periksa semua bagian yang telah dicat, ulangi jika ada
bagian yang masih terlihat belum rata (belang-belang).
Demikian cara memasang plafon rangka kayu, hal ini memang memiliki
tingkat kesulitan yang cukup tinggi, sebab pekerjaan memasang plafon
memerlukan minimal dua orang dan terletak pada posisi yang tinggi.
1 komentar:
Oh begini ternyata cara pemasangan rangka kayu sebelom implementasi plafonnya.
jadi tau ni, makasih om admin
Harga Borongan Pasang Plafon Rangka Kayu
Posting Komentar