Sabtu, 12 September 2015

Produk: Superplank – Lisplank GRC

Superplank
Superplank adalah lisplank dari bahan papan fiber semen, memiliki permukaan yang halus, kuat dan tahan terhadap cuaca, jamur dan rayap. Keunggulan Superplank terletak pada tingkat kepadatan yang tinggi sehingga dengan ketebalan yang relatif tipis dapat memberi karakteristik panel yang kuat plus tahan benturan. Superplank tersedia dalam tiga ukuran yaitu: 9x100x2440mm, 9x200x2440mm dan 9x300x2440mm. Ukuran tersebut dapat dikombinasikan atau diaplikasikan secara tersendiri.
Bila dibandingkan dengan lisplank kayu, berikut keunggulan-keunggulan dari penggunaan Superplank:

  1. Tahan air dan terpaan hujan.
  2. Tahan api.
  3. Tahan terhadap jamur.
  4. Mudah pengerjaan.
  5. Permukaan sudah  rata dan tidak perlu diplamir.
  6. Tahan rayap.
  7. Hemat dalam pengecatan
  8. Hemat waktu pemasangan
  9. Tidak menimbulkan kotor berlebihan dalam pengerjaan.
Sementara kelebihan Superplank dibandingkan dengan lisplank dari papan semen sejenis adalah adanya bevel (tepian yang berprofil) sehingga secara estetika lebih indah.
Rangka dan Aksesoris
Pada umumnya rangka yang digunakan untuk penunjang lisplank perumahan adalah kayu kaso 5×7 cm yang dipasang horisontal atau miring searah dan segaris dengan lisplank. Disarankan kayu kaso yang dipergunakan sudah kering atau dioven. Bila menggunakan besi holo gunakan ukuran minimum 40x40x0,7mm. Sementara ukuran paku/sekrup yang direkomendasikan dengan panjang 50mm-75mm.Pemakuan Superplank
Berikut pedoman pemasangan sekrup pada Superplank:
  • Jarak sekrup ke sudut panel minimum 75mm.
  • Jarak sekrup dari sisi panel minimum 15mm.
  • Jarak antar sekrup di bagian sisi panel maksimum 200mm.
  • Jarak antar sekrup di bagian tengah panel maksimum 300mm.
  • Jarak/celah antara panel kurang lebih 4mm. (Secara lengkap bisa dilihat pada gambar A)
Pendaman Sekrup Superplank
  • Sekrup dipendam untuk menghindari korosi. (lihat gambar B). Untuk menenggelamkan kepala sekrup, papan terlebih dulu dibuat overshunk sehingga kepala sekrup tenggelam kurang lebih 1,5mm. Kemudian bekas kepala sekrup ditutup dengan kompon atau dempul yang tahan terhadap cuaca.
  • Untuk penyambungan antara lisplank disarankan menggunakan sealant jenis silikon atau polyurethane, yang dapat dilihat pada gambar D.
Sambungan Superplank
Pemasangan Papan Superplank
  • Pergunakanlah benang untuk memastikan kelurusan pemasangan.
  • Pasang papan lisplank satu per satu dengan celah antara papan kurang lebih 4mm.
  • Lisplank dapat diaplikasikan 1 trap atau 2 trap sesuai desain. (untuk desain 2 trap, lihat gambar C).
Desain 2 Trap
Pemasangan Superplank 2 Trap:
Misalkan Anda hendak memasang Superplank trap pertama lebar 200mm dan lebar trap kedua 100mm.
  • Lakukan pemasangan papan Superplank yang lebih lebar terlebih dahulu, yaitu: 200mm beberapa lembar sesuai langkah di atas.
  • Tempel papan Superplank yang kedua lebih kecil, yaitu 100mm dengan menggunakan lem/kompon. Untuk memperkuat dibantu dengan paku/sekrup dengan jarak maksimum 300mm.
  • Cara penyusunan papan Superplank dibuat zig-zag yaitu ujung papan trap pertama dan trap kedua tidak segaris. Hal ini diperlukan untuk menambah kekuatan sambungan dan menyamarkan sambungan.
  • Tidak dibenarkan rangka tepi plafon menggantung langsung pada papan lisplank, kecuali pada rangka penunjang lisplank.

READMORE...

Solusi mengatasi masalah pada plapon papan semen

Bila kita perhatikan dengan seksama, plafon sebagian besar rumah saat ini bila tidak berupa papan gypsum pasti menggunakan papan semen seperti Versaboard, GRC board, Kalsiboard ataupun berbagai papan semen merk lainnya. Papan semen yang semakin umum dipakai sebagai plafon rumah ini tak terlepas dari beberapa keunggulannya bila dibandingkan dengan tripleks maupun papan gypsum seperti:

  1. Harga yang lebih murah dan lebih ramah lingkungan daripada tripleks.
  2. Lebih tahan air dan rayap dibandingkan papan gypsum.
  3. Bisa dipergunakan untuk pemasangan plafon dengan sistem sambungan nat terbuka (menghasilkan tampilan pola keramik/kisi-kisi pada plafon) atau sambungan nat tertutup (menampilkan plafon yang mulus tanpa sambungan seperti papan gypsum).
Kendati demikian, ada dua masalah utama yang dapat muncul dalam pemasangan plafon dengan papan semen. Masalah tersebut terjadi umumnya karena kurangnya pengetahuan tukang dalam pemasangan papan semen. Berikut akan saya paparkan kedua masalah tersebut dan cara mengatasinya.
RETAK SAMBUNGAN NAT PAPAN SEMEN
Ini merupakan masalah yang paling umum dijumpai dalam pemasangan papan semen. Penyebabnya penggunaan kompon gypsum (cornice compound) sebagai pengisi sambungan nat yang tentu saja tidak dapat menyatu dengan papan semen dan mudah retak setelah kompon mengering. Pergunakanlah kompon yang telah disediakan oleh masing-masing produsen khusus untuk papan semen yang mereka produksi seperti Compound Versa untuk Versaboard, Compound A+B untuk GRC board. Anda juga bisa menggunakan produk seperti Join-X yang dapat diaplikasikan untuk segala jenis papan semen.
Join-X
Saya akan jelaskan sekilas cara pemakaian produk Join-X untuk pengisi sambungan nat papan semen.
  • Campurkan Join-X A dan B dengan perbandingan 1:1 sesuai kebutuhan, aduk campuran dan teteskan sedikit air sampai merata
  • Aplikasikan campuran Join-X yang sudah homogen secara tidak berlebihan.
  • Campuran Join-X baik digunakan sebelum 30 menit.
  • Masa kering sentuh tangan kurang lebih 45 menit.
  • Masa kering sempurna kurang lebih 8 jam.
  • Aplikasi pengecatan dan finishing dilakukan setelah masa kering sempurna.
PECAHNYA SUDUT LEMBARAN PAPAN SEMEN
Pemakuan Versa
Perhatikan gambar di atas tentang cara memaku atau memasang sekrup yang benar untuk mengatasi masalah pecahnya sudut lembaran papan semen. Jangan lupa untuk menggunakan paku dan sekrup khusus papan semen. Paku papan semen mesti berkepala lebar dan memiliki drat pada batangan di bawah kepala paku untuk mengikat papan semen lebih kuat. Sementara sekrup papan semen memiliki ciri berupa 4 garis tonjolan di bawah kepala sekrup yang berfungsi sama seperti drat pada paku yaitu agar papan semen terikat lebih kokoh.

READMORE...

Teknik Pemasangan Plafon Gypsum Rangka metal ke 2


plafon gypsum
Pemasangan plafon gypsum sebenarnya tidak membutuhkan banyak keahlian khusus. Bahkan kesalahan pemasangan papan gypsum yang anda lakukan dapat dengan mudah ditutupi dengan penggunaan compound dan tape gypsum. Dalam memasang papan gypsum, hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa Anda membutuhkan bantuan tenaga orang lain untuk membantu memegang papan gypsum pada saat pemasangan.
Berikut langkah-langkah pengerjaan pemasangan papan gypsum setelah rangka metal selesai dipasang. Anda bisa membaca cara pemasangan rangka metal pada tulisan saya sebelumnya: Teknik Pemasangan Plafon Gypsum (Bagian Pertama)
  1. Siapkan peralatan dan bahan yang Anda butuhkan untuk pemasangan seperti sekrup gypsum, pistol sekrup (screw gun) atau mesin bor, pisau cutter, siku tukang, compound gypsum dan tape gypsum.
  2. Tandai lokasi metal furing pada siku metal dengan spidol atau gunakan benang untuk mempermudah Anda menemukan posisi yang tepat saat mengencangkan sekrup gypsum pada metal dengan pistol sekrup. gypsum2
  3. Selalu memulai memasang papan gypsum dari sudut ruangan, sehingga papan bisa dipergunakan selembar penuh. Posisikan panel gypsum dalam keadaan menyilang dengan rangka metal furing.  gypsum5
  4. Bagian cekung pada tepian papan gypsum harus selalu dipasangkan bersama dan menghadap lantai. Hal ini berfungsi untuk penyambungan dua papan gypsum dengan menggunakan compound dan tape gypsum. gypsum6
  5. Bila anda menggunakan sekrup, pastikan kepala sekrup tidak sampai terpendam dan merobek lembaran kertas pelapis papan gypsum. Kepala sekrup ini nantinya akan ditutupi dengan lapisan compound dan tape gypsum.gypsum7
  6. Sekrup yang dipasang harus berjarak minimal 10mm dari semua tepian panel gypsum. Sementara jarak antar sekrup maksimal 150mm untuk yang berada  tepian panel dan 240mm pada sekrup tengah panel.Jarak sekrup
  7. Anda harus menopang panel gypsum agar stabil dengan memasang pertemuan dua panel secara zigzag sesuai dengan rangka metal yang telah dibuat. Oleh sebab itu cukup gunakan setengah lembar dari panel pertama untuk dipergunakan pada panel kedua.Cara pasang gypsum
  8. Teruskan pemasangan panel gypsum di seluruh ruangan dengan mengulangi langkah-langkah 1-7.
Pemasangan panel gypsum mengharuskan Anda untuk memotong papan gypsum. Berikut beberapa tips pemotongan papan gypsum:
  • Pada saat memotong panel secara vertikal, gunakan siku T, ukur dan tandai garis potongnya. Potong panel gypsum dengan cutter dari bagian tepi atas hingga tengah panel, lalu lanjutkan dari bagian tepi bawah menuju tengah.
  • Gunakan papan atau meja yang rata dan letakkan panel gypsum sehingga garis potongnya berada persis di atas tepian meja atau papan.
  • Patahkan panel dengan pelan ke arah bawah (lihat gambar). Kemudian gunakan cutter untuk memotong kertas pelapis panel gypsum. gypsum11
  • Untuk membuat lubang pada panel gypsum, dapat menggunakan bor putar (rotary drill) atau gergaji pembuat lubang kunci (keyhole saw).gypsum16

READMORE...

Teknik Pemasangan Plafon Gypsum Rangka Metal

Bila Anda memperhatikan dengan seksama, saat ini rumah modern pada umumnya memasang plafon yang terbuat dari papan gypsum. Hal ini disebabkan oleh nilai estetika yang dihasilkan sangat baik karena plafon terlihat rapi, rata dan mulus seperti tidak ada sambungan sama sekali. Selain itu plafon gypsum bisa menjadi indikator yang baik apakah atap rumah Anda bocor atau tidak. Kerusakan pada plafon gypsum itu pun sangat mudah diperbaiki. Anda bisa membaca tulisan saya terdahulu yang berjudul “Memperbaiki Plafon Gypsum Berlubang”.
Rangka plafon gypsum pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan jenis rangkanya yaitu yang menggunakan rangka kayu serta rangka metal. Penggunaan rangka kayu saat ini sudah sangat berkurang karena memiliki banyak kelemahan seperti bahan kayu yang baik semakin susah didapat, tidak tahan rayap, serta kayu harus diserut dengan rata untuk mendapatkan pekerjaan yang rapi. Sementara penggunaan rangka metal seperti besi hollow ataupun metal furing  selain bersifat tahan rayap, juga menghasilkan pekerjaan yang lebih cepat dan lebih rapi.
Tulisan saya mengenai cara pemasangan plafon gypsum akan dibagi menjadi dua bagian. Pada bagian pertama tulisan ini akan saya bahas teknik pemasangan rangka plafon dari metal furing atau hollow. Sedangkan pada tulisan lanjutan akan diulas teknik pemasangan papan gypsum serta proses finishing pemasangannya.
Rangka plafon papan gypsum dari metal furing atau hollow umumnya menggunakan sistem suspended ceiling Sistem ini menghasilkan kisi-kisi dari metal yang digantung dibawah atap atau dak beton dengan menggunakan rangkaian kawat. Kisi-kisi ini kemudian ditutup dengan menggunakan papan gypsum. Sistem suspended ceiling terbagi menjadi dua yaitu sistem ekspos (exposed grid) yang menonjolkan kisi-kisi rangka plafon dan sistem tanpa sambungan (concealed grid) yang menghasilkan penampilan yang mulus dan bersih.
Suspended Metal Framing
Memasang rangka plafon dari metal furing atau hollow sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya butuh ketelitian, bahan dan alat yang benar serta teknik pemasangan yang benar. Pada dasarnya pemasangan rangka plafon dari metal furing atau hollow dapat diurai menjadi beberapa langkah yaitu:
  1. Sebelum pekerjaan rangka plafon dilakukan, terlebih dahulu seluruh item pekerjan di atas plafon harus sudah diselesaikan.
  2. Langkah pertama dan terpenting dari pemasangan rangka adalah mengukur garis ketinggian plafon sekeliling ruangan yang hendak dipasang rangka. Anda dapat menggunakan pengukur waterpas pada beberapa titik di sekeliling ruangan. Gambar garis untuk menyatukan titik-titik tersebut.
  3. Langkah berikutnya adalah pemasangan wall angle (siku metal) sebagai penyangga metal furing. Tempatkan siku metal pada tanda garis. Selalu mulai dengan dinding dengan luas terpanjang. Bor siku metal dengan jarak antar baut/sekrup 40 cm. Pastikan siku dibaut dengan kencang agar kuat  menyangga metal furing. (lihat gambar, Credit: HowtoSpecialist.com)Membor siku metal
  4. Teruskan pemasangan siku metal pada bagian dinding yang lain. Harap diperhatikan bahwa pada sudut dinding, siku metal sebaiknya dipasang saling tindih sepanjang 40 cm. Bentuk siku metal menjadi L di ujung dengan menggunakan gunting hollow. Kencangkan juga semua pada daerah metal yang bertindihan tersebut. (lihat gambar: Credit: Howtospecialist.com)Sambungan L Metal
  5. Setelah siku metal terpasang, beri garis dengan pensil atau spidol untuk setiap 40 cm sebagai tanda bagi pemasangan metal furing atau hollow. Jarak antar metal furing sebaiknya 40cm atau bila ingin lebih longgar, maksimum 60cm. Semakin besar jarak metal furing atau hollow akan berisiko menghasilkan plafon yang tidak rata atau melengkung.
  6. Potong metal furing sesuai dengan panjang yang direncanakan dan tempatkan di atas siku metal. Kencangkan dengan baut.
  7. Rangka utama (main channel atau C channel) digantungkan pada kawat penggantung  dengan menggunakan U clamp dan ditempatkan di atas metal furing dengan posisi menyilang. Kaitkan persilangan kedua jenis metal tersebut dengan menggunakan channel clamp.
  8. Tahap terakhir dari pemasangan rangka adalah penguatan rangka tersebut dengan pemasangan bracket dan hanger.
Pemasangan Bracket dan Hanger
Penggunaan kawat penggantung (rod hanger) dan besi bracket (angle clip) merupakan asesoris yang paling umum digunakan dalam suspended ceiling. Berikut pedoman yang dipergunakan dalam pemasangan bracket dan hanger (lihat gambar)
Gyproc Framing System_0001
  • Besi bracket / angle clip dipasang pada dak beton menggunakan paku ramset dengan jarak 120 x 120 cm.
  • Ujung atas rod (kawat) digantungkan pada angle clip.
  • Sedangkan U clamp dipasang pada ujung bawah rod hanger (kawat penggantung).
Selain bracket dan rod hanger, penggantung plafon juga dapat menggunakan besi siku yang sudah berfungsi sebagai kawat penggantung dan pada ujungnya dilipat agar dapat berfungsi sebagai bracket (lihat gambar).
Ceiling Hanger
Sebagai akhir tulisan bagian pertama ini, saya berikan contoh sistem rangka plafon dari papan gypsum Gyproc.
Gyproc Frames

READMORE...

Kamis, 10 September 2015

Gambar shunda plapon terbaru

Untuk anda yang ingin memasang plapon shunda di rumah anda sendiri,di artikel kali ini saya memberi contoh gambar shundah plapon terbaru untuk anda;








READMORE...

GAMBAR LIS PROFILE GYPSUM TERBARU










READMORE...

Cara mengatasi genteng bocor saat musim hujan

Musim hujan bisa menjadi suatu kondisi yang sangat diharapkan kehadiranya bagi jutaan orang misalnya petani berharap tanamanya mendapatkan pengairan yang cukup namun terkadang bagi sebagian orang justru sibuk mencari cara mengatasi genteng bocor saat musim hujan :-) entah itu rumah sederhana atau rumah mewah jika pemsangan penutup tidak dilakukan dengan benar maka bisa dipastikan akan mengalami hal ini, nah.. mari kita bahas disini


Penyebab genteng bocor
Sebeleumnya kita cari dan analisa terlebih dahulu sebanrnya apa yang menjadi penyebab genteng rumah kita mengalami kebocoran sehingga dari identifikasi masalah tersebut dapat ditemukan cara yang tepat dalam menangani genteng bocor saat musim hujan, berikut ini yang mungkin terjadi
  1. Sudut kemiringan atap terlalu datar sehingga air tidak dapat mengalir kebawah dengan cepat dan teratur, untuk genteng asbes minimal sudut kemiringan adalah  10 derajat sedangkan gentang beton atau genteng tanah minimal sudut kemiringan adalah 35 derajat.
  2. Sudut kemiringan terlau tegak juga bisa menjadi penyebab genteng bocor saat musim hujan misalnya terjadi genteng lepas atau istilah bahasa jawanya adalah “kenteng melorot” karena genteng tidak dapat berdiam pada tempat dudukan rangka atap dengan baik, jika terpaksa membuat kemiringan genteng dengan tegak karena alasan desain arsitektur maka dapat dilakukan antisipasi genteng lepas dengan cara menambahkan paku pada kepalaan genteng sebagai pengait.
  3. Material genteng rusak atau berlubang juga bisa menjadi sebab kebocoran.
  4. Terjadi bencana sehingga merusak konstruksi atap saat musim hujan seperti angin kencang, gempa bumi, banjir dan lain-lain.

Cara mengatasi genteng bocor 
Dari beberapa penyebab kebocoran diatas yang dapat kita lakukan upaya pencegahan adalah yang bersifat desain atap agar dibuat sekuat dan sebaik mungkin agar tidak terjadi keruskan, selain itu dalam pemilihan bahan juga perlu dipilih material genteng terbaik sehingga tidak menimbulkan kebocoran dikemudian hari, sedangkan untuk bencana alam dapat diatasi dengan merawat lingkungan dan bekerjasama dengan alam agar tidak terjadi kerusakan sebagai penyebab bencana misalnya melakukan penanaman pohon dan pengurangan polusi asap kendaraan bermotor untuk mencegah terjadinya pemanasan globa

READMORE...